Selamat Datang Di Toko Kami

Bagaimana Sikap Rasulullah dan Sahabat Ketika Ada Wabah Penyakit

Berbicara mengenai wabah, dunia saat ini memang sedang digemparkan dengan adanya virus COVID-19. Virus yang bermula di Wuhan, China, telah menyebar ke berbagai Negara, termasuk Indonesia. Penyebaran virus Corona pada awalnya belum terlalu parah, namun kini sangat mengkhawatirkan. Bisa dibilang bahwa di zaman ini memang sedang dibelenggu oleh virus. Namun siapa sangka jika hal ini pernah terjadi di zaman Rasulullah. Lalu bagaimana sikap Rasulullah dan sahabat ketika ada wabah penyakit?

Terkadang ada beberapa pembelajaran yang dapat diambil dari kejadian yang lalu. Seperti pada zaman Rasulullah yang ternyata sudah mengalami hal ini meski bukan jenis virus Corona. Penyakit ini mewabah di kawasan Madinah dalam waktu yang tidak sebentar.

Sikap Rasulullah dan Sahabat Ketika Ada Wabah Penyakit

Dunia memang sedang digemparkan dengan adanya virus Corona. Hal ini membuat beberapa negara menerapkan kebijakan sebagai upaya pencegahan Corona. Diantaranya adalah menjaga jarak dan kontak fisik atau yang lebih dikenal dengan social distancing. Bahkan ada yang menerapkan lockdown dan beberapa pembatasan yang lainnya.

Penyebaran virus Corona tidak boleh diabaikan karena resiko kematiannya cukup tinggi. Di Indonesia sendiri, sudah banyak orang yang meninggal karena terpapar virus ini. Hal yang terkadang menjadi perhatian adalah cara menangani orang yang meninggal akibat virus Corona. Terkadang ada beberapa orang yang menghindar dan tidak ingin menyapa sama sekali.

Hal ini memang merupakan wujud dari social distancing, namun harus dilakukan dengan cara yang benar. Sikap Rasulullah dan sahabat ketika ada wabah penyakit perlu ditiru. Berikut ini beberapa sikap yang bisa dijadikan contoh ketika ada wabah penyakit yang menyerang.

1. Menjaga Jarak

Salah satu sikap yang bisa dilakukan adalah berusaha untuk menjaga jarak. Selain dari wujud kesadaran, sikap ini juga merupakan perintah yang harus dilaksanakan. Sebab, wabah penyakit kali ini memiliki penularan yang sangat cepat. Menjaga jarak memang berarti agak menjauh.

Namun tidak berarti memutus silaturahmi atau persaudaraan. Hal ini juga didasarkan pada salah satu sabda Rasulullah. Dalam sabdanya, Rasulullah memberikan contoh penyakit yang menular yaitu lepra atau penyakit kulit.

2. Tetap Tenggang Rasa dan Tidak Mengucilkan

Sikap Rasulullah dan sahabat ketika ada wabah penyakit yang selanjutnya adalah memiliki sikap tenggang rasa. Tidak sedikit orang yang melakukan pengucilan terhadap orang yang terkena penyakit. Menjaga jarak memang diperlukan, namun tidak dengan pengucilan. Tetap bersikap tenggang rasa, namun dengan pembatasan yang telah ditetapkan.

3. Tawakal atau Pasrah

Sikap selanjutnya yang bisa dicontoh adalah pasrah dan bukan menyerah. Rasulullah pernah menghadapi masa dimana Kota Madinah terjangkit virus. Kemudian sikap yang diperlihatkan oleh Rasulullah adalah tetap tawakal atau berserah diri kepada Pencipta. Jadi, segera hindari sikap menyerah dan putus asa.

Kali ini penyakit yang menyebar memang berupa virus mematikan. Namun virus ini hadir untuk memberikan peringatan kepada manusia. Oleh karena itu, salah satu sikap Rasulullah dan sahabat ketika ada wabah penyakit perlu diteladani. Seperti menjaga jarak tanpa mengucilkan dan menjaga kesehatan.

sikap Rasulullah dan sahabat ketika ada wabah penyakit

Mungkin Anda menyukai

Valia Cream- Herbal Ejakulasi Dini Paling Ampuh Dari Indonesia

virus corona

Jangan Panik, Banyak Pasien Corona Yang Sembuh

virus corona

Tips Berbelanja Aman di Tengah Wabah Virus Corona

Tempat yang Perlu Dihindari untuk Mencegah dari Tertularnya Virus Corona

Wabah Corona

Apakah Mudik Aman Di Tengah Wabah Corona?

Langkah Pertama Jika Tertular Virus Corona

Langkah Pertama Jika Tertular Virus Corona

Tinggalkan Komentar

Alamant email Anda tidak akan publikasikan

Belanjaan Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

Benuaherbal

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu